Selasa, 12 Maret 2013

Rahasia Allah SWT


BY L
ALLOH MAHA SEGALANYA

Tag , ,
Kadangkala aku bertanya di mana cinta berada Tersembunyi tiada kunjung menghampiri Dua angsa memadu rindu di danau biru bercumbu Pagut sepi ku di sini letih hati Begitu jauh waktu kutempuh Sendiri mengayun biduk kecil Hampa berlayar, akankah berlabuh Hanya diam menjawab kerisauan Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana Juga tengah menanti tiba saatnya Begitu ingin berbagi batin Mengarungi hari yang berwarna Di mana dia pasangan jiwaku Ku mengejar bayangan Begitu jauh waktu kutempuh Sendiri mengayun biduk kecil Hampa berlayar, akankah berlabuh Hanya diam menjawab kerisauan (Katon Bagaskara, Pasangan Jiwa) Mendengar curhatan kawan saya akhir-akhir ini, meresapi tema-tema diskusi yang menghiasi obrolan santai akhwat-akhwat seangkatan… nampaknya lagu ini lumayan mewakili.. :-) Sebuah keresahan yang mendalam, sebuah penantian yang seolah tanpa ujung,.. dan yang terpenting.. sebuah pertanyaan yang benar-benar membuat penasaran setengah mati : Kapan, dimana, dan DENGAN SIAPA??? Barangkali itu pula yang juga saya rasakan 4 bulan yang lalu, ketika sebuah nama yang sekarang menghiasi cincin di jari saya belum hadir dalam kehidupan saya. Ketika doa-doa sebagai ikhtiar utama telah teramat sering terpanjatkan, namun tak juga muncul sebuah NAMA.. (nama saja belum, apalagi kapan dan dimana..??? :P ) hmm,… kalau mengingat-ingat masa itu, rasanya gemes, dan berfikir, “Ya Rabb,…sungguh..  jodoh itu adalah rahasiaMu yang paling luar biasa..” Bagaimana tidak? sebagai seorang yang aktif untuk mengikuti pengajian rutin, dan paham batasan interaksi laki-laki dan perempuan, gambaran pasangan hidup benar-benar tidak terpikirkan sama sekali. Gambaran bahwa nantinya akan ada lawan jenis yang halal bagi kita, setiap saat bersama kita, yang boleh kita cintai, boleh kita sentuh, boleh berkhalwat.. hiiiiiiy….. Dan sekali lagi manusia tidak dapat mengintip takdir itu. Sedikitpun. Ibarat jawaban dalam ujian, hanya mengintip ‘inisial huruf awal’ saja tidak bisa, benar-benar tidak bisa.. bahkan jawaban itu hanya akan diketahui sesaat setelah  penghulu mengucapkan kata : “Sah..?Sah…? SAH…..!!!! “ saat itulah batasan yang sebelumnya haram menjadi halal, yang sebelumnya meresahkan menjadi sangat indah… luar biasa…. Saya memahami perasaan kawan-kawan saya yang sampai sekarang masih menanti. Apalagi yang benar-benar menjaga prinsip bahwa “makanan yang paling nikmat adalah makanan saat berbuka puasa” (kata makanan di sini tentu saja diartikan sebagai penyaluran fithrah seseorang sebagai manusia biasa). Mereka melaluinya dengan sikap yang berbeda-beda. Ada yang memang terang-terangan memperlihatkan keresahannya, lewat update status di facebook, lewat notes, lewat sindiran-sindiran, dan sebagainya.. Ada juga yang tampak santai dan bersahaja, namun dalam hati juga mulai gelisah dan berharap, ada yang telah melalui ikhtiar untuk ‘meminta’ pada Murobbi, ada yang telah merasa siap tapi tidak tahu bagaimana cara untuk melangkah…. Bagi saya kuncinya adalah firasat baik pada Allah. Sebab kunci utama penggenggam keputusan hanya Allah saja. Dan juga tidak kalah penting adalah berusaha untuk selalu menjadi lebih baik, hingga akhirnya merasa berhak untuk mendapat yang terbaik. Sebab janji Allah pasti, “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS.24:26) Jadi kenapa harus resah, ukhti? Anggap saja jawaban itu masih menggantung di langit, dan masih menunggu saat yang tepat untuk diturunkan.. :-) Temani saat menunggumu dengan doa, dengan sabar, dengan keistiqomahan, ikhlas, dan prasangka baik padaNya…

Think as a starter, then the world will open for you



Thanks To :| ALLOH | ./Nabi Muhamad | Keluargaku | Sahabat-2ku | Seseorang yang pernah menghiasi hari-2ku | Qodri | Lailatul |  Indari | Nurul Faizah | Ema | Iswa | Alfa | Ni'kmatul  karimah |Dan semua yang tak bisa aku sebutkan satu per satu
Hasyim arya narindra

My Family :| Indonesian Red Cross | Relawan Jumoyo | Salakan production| Radio Angkasa 7 FM |


Tidak ada komentar:

Posting Komentar